Monday, 12 October 2015

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN



Apa itu EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)?
Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja.

RAGAM DAN LARAS BAHASA


APA ITU RAGAM BAHASA?
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiulinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri . Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
Menurut Bachman (1990), Ragam Bahasa bisa juga dikatakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.
Untuk jenis ragam bahasa adalah sebagai berikut:

FUNGSI BAHASA



Dalam kehidupan manusia, interaksi sosial sangatlah penting. Demi mendorong terjadinya interaksi yang lancar, maka komunikasi antar individu atau kelompok menjadi hal yang mutlak ada agar interaksi itu tetap berjalan. Salah satu faktor keberhasilan komunikasi adalah diterimanya pesan dari komunikator oleh komunikan. Nah, agar pesan yang disampaikan tadi sampai ke tujuan dengan benar maka komunikasi menggunakan media bahasa.
Di dunia ini banyak sekali terdapat berbagai macam bahasa. Dari sekian banyak bahasa ini bagaimanakah manusia bisa menggunakannya? Karena itu tadi, interaksi sosial sangatlah penting bagi manusia si makhluk sosial. Karena interaksi merupakan kunci rotasi semua kehidupan sosial, dengan tidak adanya interaksi antar satu dengan yang lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.
Untuk itu marilah kita sedikit bahas beberapa hal tentang bahasa itu sendiri.
Apa Bahasa itu?

Thursday, 28 May 2015

Teori Organisasi Umum - 4

ALEX SI-"DRAGON"NAGA, AKTOR UTAMA KEBANGKITAN SANG "PLAT MERAH"



Setelah Anda membaca tentang struktur organisasi di tubuh Telkomsel pada post sebelumnya kita akan mengetahui beberapa penghargaan yang diraih. Baik dari tahun-tahun sebelumnya maupun yang baru-baru ini diraih. Untuk 2 tahun kebelakang ini misalnya, banyak sekali hal yang diperoleh oleh Telkomsel. Tapi siapa sebenarnya aktor dibalik semua keberhasilan Telkomsel akhir-akhir ini?
Kalau saya boleh menyebut, saya akan menyebut nama Alex J Sinaga. Siapa Alex ini? Apa kontribusinya selama ini?
Lahir di Pematang Siantar, 27 September 1961 pria bernama lengkap Alex Janangkih Sanaga ini merupakan Direktur Utama Telkomsel dari tahun 2012 sampai akhir 2014. Dengan kepepimpinanyalah Telkomsel yang pada waktu itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Tinggi dibawanya menuju era keeamasan seperti sekarang ini. Saat ini beliau merupakan Direktur Utama Telkom Group.

A.    TEORI KEPEMIMPINAN
Dalam ilmu keroganasian kita akan menemukan banyak sekali definisi kepemimpinan yang bervariasi namun dengan maksud yang sama. Oke bahasa simpelnya, kepemimpinan adalah kemampuan seseorang meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu. Ada beberapa teori kepemimpianan, diantaranya:
1. Great Man Theory.
Teori ini mengatakan bahwa pemimpin besar (great leader) dilahirkan, bukan dibuat (leader are born, not made). Ketika teori great man diusulkan, sebagian besar pemimpin adalah orang laki-laki dan hal itu tidak bisa ditawar. Konsep kepemimpinan pada teori ini yang disebut orang besar adalah atribut tertentu yang melekat pada diri pemimpin atau sifat personal, yang membedakan antara pemimpin dan pengikutnya.



2. Teori Sifat.
Teori sifat kepemimpinan membedakan pada pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin dengan cara berfokus pada berbagai sifat dan karakteristik pribadi masing-masing. Pada teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat atau ciri-ciri yang dimilikinya. Atas dasar pemikiran tersebut, timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat atau ciri-ciri di dalam dirinya.



3. Teori Perilaku.
Teori perilaku disebut juga dengan teori sosial dan merupakan sanggahan terhadap teori great man. Pemimpin itu harus disiapkan, dididik dan dibentuk tidak dilahirkan begitu saja (leaders are made, not born). Teori ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, dan bukan dari sifat-sifat (traits) seorang pemimpin.



4. Teori Kepemimpinan Situasional.
Teori kepemimpinan situasional adalah suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menganjurkan pemimpin untuk memahami perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan perilaku kepemimpinan tertentu. Teori ini muncul sebagai reaksi terhadap teori perilaku yang menempatkan perilaku pemimpin dalam dua kategori yaitu otokratis dan demokratis.



5. Teori Kepemimpinan Karismatik.
Dalam teori ini para pengikut memiliki keyakinan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki kemampuan yang luar biasa. Kemampuan mempengaruhi pengikut bukan berdasarkan pada tradisi atau otoritas formal tetapi lebih pada persepsi pengikut bahwa pemimpin diberkati dengan bakat supranatural dan kekuatan yang luar biasa. Di mana kemampuan yang luar biasa tersebut hanya dimiliki oleh orang- orang tertentu dan tidak semua orang memilikinya. Seorang pemimpin dianggap orang yang lebih tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Teori tetaplah teori karena pada kenyataannya semua berbeda dalam kehidupan nyata. Namun dengan teori yang mendekati yang bilamana hal tersebut sebagai acuan bisa dilakukan. Alex Sinaga disini bisa saja lebih dekat ke Teori Perilaku. Karena dalam kenyataannya sifat kepemimpinannya sudah mulai terbentuk dari usia muda. Mulai dari masuk ITB kemudian melanjutkan kuliah di Inggris pastinya banyak sekali organisasi-organisasi yang telah diikuti.
Dari situ sangat bisa dilihat bahwa sifat kepemimpinan bisa datang darimana saja. Bahkan Alex merupakan salah satu pengurus Badan Penggelola Sopo Marpingkir HKBP. Maka tak heran bila Alex sangat bisa diandalkan. Seperti sudah banyak beredar bahwa Alex Sinaga ini sebelum masuk ke Telkomsel sudah banyak langlangbuana di dunia pertelekomunikasian. Karirnya dirintis dari bawah, dari mulai supervisor, manager, GM hingga jadi Presiden Direktur.


B.     TIPOLOGI KEPEMIMPINAN
Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1. Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri seperti menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.

2. Tipe Militeristis.
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut yaitu dalam sistem perintah dalam menggerakkan bawahan lebih sering dipergunakan, senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya dalam menggerakkan bawahan, senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, sukar menerima kritikan dari bawahannya, serta menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

3. Tipe Paternalistis.
seorang yang memiliki ciri sebagai berikut yaitu menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (over-protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.

4. Tipe Karismatik.
Pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.

5. Tipe Demokratis.
kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut yaitu dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Dari pengamatan saya, Alex Sinaga masuk dalam kategori pemimpin bertipe Demokratis. Beliau merangkul semua pihak untuk bersama-sama mengangkat derajat Telkomsel yang sebelumnya hanya sebagai “penggembira” dalam perang tarif seluler menjadi penguasa Seluler di seluruh Indonesia. Bukan hanya itu, Alex Sinaga juga merupakan beberapa direksi yang terbuka ke pers. Padahal komunikasi dengan public sangat-sangatlah hal yang berharga.


C.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Setidaknya ada 3 faktor yang mempengaruhi seseorang dalam menjalankan kepemimpinan:

1. Faktor Kemampuan Personal.
Kombinasi antara potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia sebagai manusia dan faktor pendidikan yang ia dapatkan.



2. Faktor Jabatan.
Pengertian jabatan adalah struktur kekuasaan yang pemimpin duduki. Jabatan tidak dapat dihindari terlebih dalam kehidupan modern saat ini, semuanya seakan terstrukturifikasi. Dua orang mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama tetapi satu mempunyai jabatan dan yang lain tidak maka akan kalah pengaruh. sama-sama mempunyai jabatan tetapi tingkatannya tidak sama maka akan mempunya pengarauh yang berbeda.



3. Faktor Situasi dan Kondisi.
Pengertian situasi adalah kondisi yang melingkupi perilaku kepemimpinan. Disaat situasi tidak menentu dan kacau akan lebih efektif jika hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan organisasi adalah sulit untuk maju karena anggota organisasi yang tidak berkepribadian progresif maka perlu pemimpin transformasional. Jika identitas yang akan dicitrakan oragnisasi adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang mempunyai kemampuan kepemimpinan spritual adalah hal yang sangat signifikan. Begitulah situasi berbicara, ia juga memilah dan memilih kemampuan para pemimpin, apakah ia hadir disaat yang tepat atau tidak.

Setalah kita membaca beberapa artiket tentang Alex Sinaga kita akan menemukan bahwa dia mmemerlukan perjalan panjang untuk mencapai puncak karirnya. Dan dari sini pula kita bisa menyimpulkan bahwa kepemimpinan Alex Sinaga lebih banyak dari factor personal. Dari kecil Alex Sinaga sudah diajarkan untuk menimba ilmu sebanyak mungkin. Dari pengalaman-pengalaman inilah yang kemudian menjadi nilai tambah bagi kedepannya.

Alex Sinaga juga termasuk pemimpin yang ulet, rajin dan mau berkembang. Jalan setapak yang harus dilalaui adalah General Manager Telkom Jakarta Barat, Senior Manager Kinerja – Divisi Regional 2, Kepala Divisi Fixed Wireless Jaringan, dan kepala Divisi Enterprise Service. Selain itu, dia menjadi Komisaris PT Sigma Cipta Caraka sejak 2008 dan juga menjabat sebagai Komisaris Utama. Tak hanya itu saja, beliau juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Metra yang juga merupakan anggota Telkom Grup. Jadi memang factor kepemimpinan yang paling berperan yaitu factor personal yang mana beliau senantiasa mengembangakannya secara sendiri.

D.    IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Sosok pemimpin dalam sebuah organisasi sangatlah penting. Selain sebagai visioner, pemimpin juga dynamo penggerak bagi eleman dibawahnya yang ia pimpin demi tujuan bersama. Jadi sangatlah diperlukan pemimpin yang berkompeten dibidangnya hingga pengalaman. Sosok Alex Sinaga merupakan contohnya, membawa Telkomsel dari yang awalnya diputuskan pailit sampai Alex dapat memacu pertumbuhan double digit dan membuat keuntungan tahun 2012 melonjak sebesar Rp15,72 triliun atau naik 23% dibandingkan 2011 sebesar Rp 12,82 triliun.

Disisi lain, jumlah pelanggan pun melesat menjadi 122 juta, termasuk 25 juta pelanggan data pasca masyarakat dilanda kejenuhan sebagai akibat perang tarif yang melanda industri selular. Luar biasa!

Per 2015 seorang Alex Sinaga diminta untuk menularkan sihir-sihirnya ke Telkom. Dengan eks direktur direkrut sebagai Menteri maka orang tersukses dibawahnya lah yang paling cocok untuk mewarisi jabatannya. Banyak kalangan yang tersenyum bahagia dengan terpilihnya Alex Sinaga menjadi Dirut Telkom karena beliau merupakan pemimpin yang mempunyai visi yang jelas. Hal tersebut terbukti dengan belum sampai 1 semester beliau memimpin Telkom program yang awalnya diragukan dewasa ini malah sudah banyak tersebar di Indonesia, Indihome. Jadi memang peran pemimpin sangat vital dalam mengarahkan kemana perusahaan atau organisasi tersebut akan berjalan. Karena nahkoda lah yang mengarahkan bahtera.

REFRENSI:

Teori Organisasi Umum - 3

INILAH OPERATOR “PLAT MERAH” YANG JANGKAUANNYA LEBIH JAUH DARI PLAT MERAH ITU SENDIRI


Setelah melewati padatnya Traffic Light Kuningan Jakarta Selatan kini jalanan agak lengang dan hasrat untuk ngebut semakin naik. Tak jauh dari traffic light kecepatan motorku sengaja aku kurangi. Iya, tepat sebelah pintu masuk toll Kuningan mataku tertarik menghadapkan kepalaku ke sebuah gedung tinggi. Nah sejenak kulihat ada tulisan “Wisma Mulia”. Bukan! Bukan namanya yang membuatku penasaran untuk menengok kekiri, namun aku ingatanku tak sengaja mampir ke sebuah operator seluler di negeri ini.
Telkomsel! Ya, disitulah basecamp atau bahasa formalnya Kantor Pusat dari Operator “Plat Merah” tersebut. Mengapa aku sebut sebagai operator “Plat Merah”? Karena Telkomsel merupakan anak perusahaan Telkom yang merupakan salah satu anggota BUMN atau dengan kata lain milik pemerintah. Perusahaan yang tergabung dalam Telkom Group ini merupakan asset terbesar dari Telkom apalagi kalau bukan dari jangkauan dan pendapatannya (karena memang tarifnya yang Subhanallah).
Baiklah, cukup sekian intronya. Untuk kemudian saya akan sedikit membahas perusahaan yang pada tahun 2014 ini mendapatkan banyaksekali penghargaan, salahsatunya Top Brand Award 2014. Saya akan bahas sesuai dengan Frame “Desain dan Stuktur Organisasi” pada bab 9-10 Materi Teori Organisasi Umum 2.

A.    PENDAHULUAN
Sejak dibentuk pada tahun 1995, Telkomesel terus berkembang menjadi salah satu perusahaan Telekouminakasi unggulan di negeri ini. Dengan mencanangkan budaya perusahaan THE TELKOMSEL WAY yang kesemuanya ditujukan bagi seluruh pimpinan dan karyawan perusahaan, dalam pola pikir, sikap, perilaku dan tindakan sehari-hari dalam bekerja memberikan kontribusi kepada Perusahaan, dibangun dari tiga bagian, yaitu:

1. Philosophy to be the Best, yaitu Always The Best dan GREAT Values yang terdiri dari InteGrity, Respect, Enthusiasm, LoyAlty dan Totality;

2. Principles to be the Star, yaitu Solid, Speed, Smart (3S);

3. Practices to be the Winner, yaitu GREAT People, Great Strategy dan Great Innovation (3G).

Dengan mengusung Bangunan sebagai berikut:


Semua hal tersebut diatas menjadi hal yang tidak mengagetkan karena pada dasarnya hal tersebut sesuai dengan Visi dan Misi Perusahaan, yaitu:
·         Visi
Menjadi penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle kelas dunia yang terpercaya 

·         Misi
Memberikan layanan dan solusi mobile digital yang melebihi ekspektasi pelanggan, memberikan nilai tambah kepada para stakeholders, dan mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.
Didukung dengan jajaran direksi yang sangat berkompeten, diantaranya:
Presiden Direktur
:
Ririek Adriansyah
Direktur Keuangan
:
Heri Supriadi
Direktur Sales
:
Mas'ud Khamid
Direktur Human Capital Management
:
Priyantono Rudito
Direktur Network
:
Sukardi Silalahi
Direktur Planning & Transformation
:
Edward Ying Siew Heng
Direktur IT
:
Ng Soo Kee
Direktur Marketing
:
Alistair Johnston


Perusahaan ini berkembang menjadi salah satu perusahaan paling berkembang di Indonesia.

B.     DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Dalam dimensi struktur orgnasisai ada 3 bentuk struktur yaitu Formalisasi, Sentralisasi serta Komplesitas. Dalam kasusnya Telkomsel menggunakan setidaknya semua bentuk diatas, dengan perincian:
a.       Formalisasi
yaitu sejauhmana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya. Dengan adanya formalisasi ini keanekaragaman akan berkurang, koordinasi menjadi lebih cepat dan lebih baik serta lebih hemat baik dari sisi SDM maupun finansial.
b.      Sentralisasi
Yaitu tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik  tunggal di dalam organisasi. Tidak murni memang, namun mengacu pada formalisasi diatas sentralisasi acapkali digunakan terutama dalam hal pengambilan keputusan strategis dan besar.
c.       Kompleksitas
Untuk mengimbangi 2 struktur diatas maka digunakan pula bentuk komplesitas yaitu struktur yang mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis. Bukan hanya itu, Telkomsel banyak bekerjasaman dengan vendor-vendor yang terkait dengan pekerjaannya yang artinya sangat komplek.
Selanjutnya kalau membicarakan tentang perusahaan kita tidak akan jauh-jauh dari yang namanya Departementalisasi. Apa itu Departementalisasi itu? Yaitu upaya mengelompokan aktivitas pekerjaan sehingga aktivitas-aktivitas dan hubungan yang serupa dan logis dapat diselenggarakan secara serempak. Divisi tenaga kerja menghasilkan spesialis yang memerlukan koordinasi. Koordinasi ini difasilitasi dengan mengelompokkan para spesialis bersama-sama dalam sejumlah departemen.
Ada 2 jenis departementalisasi: Departementalisasi Fungsional dan Departementalisasi Divisional. Departementalisasi Fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan (tugas) sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Sedangkan Departementalisasi Divisional adalah Struktur organisasi atas dasar produk setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Di Telkomsel sendiri pembagian departemen mengkombinasikan 2 jenis diatas. Baik itu fungsional, yaitu penempatan tenaga ahli di bidangnya. Tidak ada tumpang tindih ahli, semua disesuaikan bidang dan kemampuan. Di Telkomsel juga menerapkan depertamensitalisasi secara divisional, terlebih lagi secara regional. Dengan luasnya wilayah Indonesia tidak mungkin perusahaan menerapkan 1 pintu dalam penanganannya. Minimal sudah ada kantor cabang di setiap kota besar di Indonesia dari Sabang sampai Merauke demi mendukung terciptanya pelayanan prima.

C.    MODEL DAN DESAIN ORGANISASI
Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Ada 2 Teori yaitu: Mekanistik dan Organik.

Di Telkomsel sendiri lebih banyak menggunakan teori organik karena telah dibuktikan dengan poin pengembangan SDM di Telkomsel itu sendiri yang salah satunya adalah mengenal semua karyawannya sebagai contributor dari kesuksesan perusahaan. Selain itu juga adanya reward terhadap kontribusi individual di lingkungan perusahaan Telkomsel di seluruh Indonesia. Dua hal tersebut merupakan ciri model organisasi organik yang salah satu cirinya adalah proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode partisipasi.

D.    IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Dengan jangkauan jaringan terluas yaitu hampir 95% wilayah di Indonesia, Telkomsel membuktikan bahwa Telkomsel adalah perusahaan dengan dedikasi dan semangat untuk memberikan pelayanan telekomunikasi ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari kawasan perkotaan, ibukota kecamatan, daerah perintis, hingga desa perbatasan negeri, baik di gugusan pulau kecil ataupun di hutan pedalaman.

Hal itu tentunya tidak dengan sekejap bisa dijalankan dan diraih. Ada perjalanan berat dan panjang yang harus dilalui  untuk mencapai puncak. Lahir ditahun 1995 yang bahkan teknologi seluler dianggap sangat mutakhir pada jamannya, kemudian menghadapi krisis moneter yang menyerang Indonesia sampai awal Milenium ke-2.
Telkomsel tetap tekun menyuguhkan performanya. Banyak program-program diusung, namun sampai saat ini kualitas lah yang sangat bisa diandalkan oleh Telkomsel.


Forms are Temporary but Class is Permanent. 

Demikian sedikit sharing saya tentang perusahaan yang perusahaan yang memang terkenal ini. Mohon saran untuk perbaikan kedapannya. Kritik boleh juga kok demi kemaslahatn ummat.
Wassalam.


http://www.telkomsel.com/board-of-directors

Monday, 27 April 2015

Teori Organisasi Umum-2

KEBIJAKSANAAN tanpa PENINDASAN

BAB I
PENDAHULUAN
·         Latar Belakang
Di era globalisasi saat ini terdapat banyak sekali masalah yang tanpa disadari muncul secara tiba-tiba tanpa memandang situasi, kondisi tempat maupun waktu, tidak memandang derajat dan tingkat kesetaraan seluruh instansi dimuka bumi. Mulai dari perushaan pemula, menengah (berkembang) maupun perusahaan bonafide yang mungkin sudah go public sekalipun. Permasalahan yang dihadapipun bervariasi mulai dari yang sudah diantisipasi maupun bentuk masalah baru, yang dipastikan jika tidak bisa diselesaikan akan berdampak negatif bagi perusahaan tersebut misalnya membuat perusahaan tersebut bangkrut (collapse), namun tidak sedikit juga yang bisa membalikan situasi dan kemudian bangkit (move on) serta dapat mengambil keuntungan yang bahkan berlipat ganda dalam usahanya.
·         Perumusan Masalah
Dalam kesempatan ini kita akan mengurai bersama bagaimana suatu perusahaan yang didalamnya terdapat 200 (dua ratus) karyawan aktif, dimana dalam menjalankan usahanya manager atau pimpinan perusahaan diperhadapkan dalam suatu permasalahan keuangan yang mengancam akan kelanjutan usaha mereka.
Dan setelah dilakukan audit atau semacam rapat umum bersama, ternyata ditemukan terjadinya pembengkakan pengeluaran perusahaan dalam sektor keuangan adalah dalam pembiayaan asuransi karyawan.
Diputuskanlah bahwa untuk mempertahankan stabilitas keuangan perusahaan perlu diadakan perubahan sistem asuransi. Perlu diketahui sistem asuransi dalam perusahaan ini menggunakan sistem managed care. Dan akan beralih menggunakan sistem indemnity. Tidaklah mudah beralih atau merubah suatu sistem ini mengingat adanya plus minus diantara kedua sistem ini. Itulah permasalahan pertama.
Permasalahan kedua adalah sebagai seorang pimpinan suatu perusahaan tidaklah praktis dapat merubah sistem begitu saja sedangkan keputusan adalah menyangkut 200 (dua ratus) perut karyawannya. Tentu terjadi perdebatan pro dan kontra mengenai keputusannya nanti, dan bagaimana cara menyampaikannya agar tetap terlihat berwibawa sebagai seorang pemimpin yang bisa mengambil keputusan secara bijak, maupun tetap friendly atau harmonis hubungan antar atasan dan bawahan.
·         Tujuan
1.    Menguasai cara berkomunikasi kepada bawahan dalam menyampaikan hal-hal yang menyangkut kesejahteraan karyawan
2.    Mengetahui cara mana yang lebih baik digunakan manager care atau indemnity
3.    Mengetahui keuntungan dan kurugian menggunakan manage care atau idemnity
BAB II
Landasan Teori
·         Apa itu managed care ?
Managed care terbagi dalam dua suku kata, yang pertama adalah managed yang berarti mengelola/mengurus/berhasil. Serta care adalah perawatan. Namun pengertiannya secara luas yaitu managed care merupakan jenis layanan asuransi kesehatan yang menyediakan perawatan kesehatan serta memberikan akses yang efektif dan efisien. Dengan kata lain managed care adalah hasil kerjasama antar layanan jasa asuransi yang ditunjuk dengan perusahaan sebagai pihak yang memiliki peserta asuransi, dimana dalam program ini setiap periode bulanan akan ada pemotongan gaji atau upah karyawan untuk memenuhi tunjangan kesehatan karyawannya dengan tujuan apabila sewaktu-waktu karyawan tersebut mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan yang harus ditangani secara medis maka dapat diklaim ke klinik, puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk oleh pihak asuransi sesuai perjanjian mereka.
·         Apa itu indemnity
Indemnity dalam kamus bahasa inggris-bahasa indonesia diartikan sebagai ganti rugi. Dengan kata lain indemnity merupakan produk asuransi yang dalam proses pengoperasiannya menggunakan sistem plafon atau limit yang ditetapkan oleh perusahaan sesuai kebutuhan ataupun jabatan serta posisi tiap-tiap pesertanya. Berbeda dengan managed care, indemnity sendiri hanya akan diklaim ke perusahaan apabila pesertanya mengalami gangguan kesehatan yang harus ditangani secara medis entah itu bagaimanapun bentuk permasalahan yang terpenting adalah keselamatan peserta asuransi, namun dengan plafon kesepakatan yang sudah disepakati bersama antara pihak perusahaan layanan asuransi dan peserta asuransinya. Bisa ditarik kesimpulan bahwa indemnity lebih praktis dibanding managed care.

BAB III
PEMBAHASAN
·         Tujuan peralihan dari managed care ke indemnity
Seperti yang sudah kita bahas diatas bahwa demi kelancaran dan mempertahankan eksistensinya, perusahaan perlu melakukan perubahan layanan asuransi mereka dari yang semula managed care ke produk indemnity, dikarenakan terdapat pemborosan secara materi apabila tetap menggunakan sistem layanan managed care. Yang kita ketahui bersama seperti kesimpulan diatas bahwa indemnity mereka problem solved yang paling make sense karena disamping lebih menguntungkan perusahaan (dalam arti kata bisa lebih save cost) dan dalam pengurusannya para peserta tidak dipersulit melainkan dipermudah dalam pemrosesannya yaitu lebih efektif dalam tujuannya (tidak bertele-tele) dan lebih efisien waktu dan tenaga dibanding dengan managed care yang bisa diketahui bahwa sangat merepotkan jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang bersifat emergency.
·         Cara berkomunikasi
Ada bermacam-macam cara untuk mengkomunikasikannya kepada bawahan bahwa akan adanya perubahan layanan asuransi yang semula managed care menjadi indemnity. Tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan mengingat satu orang pimpinan harus berhadapan dengan 200 (dua ratus) karyawan makan harus pandai dalam memilih cara komunikasi yang tepat.
Menurut Jerald Greenberg terdapat beberapa model komunikasi dalam perusahaan untuk menyampaikan tujuan pimpinan kepada bawahannya yaitu ;
Pertama : rational persuasion, dengan menggunakan argumen yang logis dan fakta-fakta untuk merayu orang-orang yang diincar dengan ketentuan keinginan dan tujuannya akan terjadi.
Kedua : inspirational appeals, yaitu dengan membakar semangat serta cita-cita seseorang dengan menunjukan contoh konkrit.
Ketiga : collaboration, bagaimana caranya agar supaya orang-orang yang diincar dapat menyetujui semua usulannya.
Keempat : consultation, melibatkan orang lain dalam perumusan masalah dan mengambil keputusan.
Kelima : ingratiation, berikan yang mereka inginkan serta tempatkan dalam suasana hati yang baik.
Keenam : exchange, memberikan iming-iming tentu saja merupakan timbal balik setelah mengikuti kemauan pimpinan.
Ketujuh : personal appeal, berbaur dengan bawahan dan komunikasikan secara hati ke hati seperti tidak ada batasan antara atasan dan bawahan.
Kedelepan : coalition building, mempengaruhi orang sekitar, agar memberikan masukan agar dapat bergabung dalam koalisi.
Kesembilan : pressuring, mengintimidasi atau melakukan keharusan untuk patuh terhadap perintah.
Dalam study case ini saya melihat bahwa bentuk komunikasi yang paling ideal adalah yang pertama yaitu rational persuasion. Perusahaan dapat mengemukakan segala hal yang terjadi sesuai fakta yang muncul, apa problemnya dan bagaimana problem solved dari masalah itu sendiri. Sebagai pimpinan yang bijak pasti bawahan bisa menerima dan memahami situasi ini. Tanpa ada rasa penindasan dari perusahaan terlebih dengan cara komunikasi pimpinan yang berwibawa dan bijaksana.
BAB IV
Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa indemnity lebih praktis dibanding managed care dan lebih menguntungkan bagi perusahaan yang sedang mengalami masalah keuangan perusahaan.

Refrensi  :
Departemen kesehatan RI, 2001, profil perkembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat tahun 2000
Jerald Greenberg, Managing behavior in organization. Prentice Hall: New jersey, 2005

Pustaka ilmiah

Kelas 2KA24
Kelompok 8:
-
Muhammad Hanif (15113955)
-
Rifaldy HL Onthoni (17113654)
-
Fuji Astuti (13113600)

Monday, 19 January 2015

Teori Organisasi Umum 1 Part III

Anda Penggemar GGS? Atau Naga Lokal? Silakan Masuk!

 

Anda tahu sintetron GGS? Ganteng Ganteng Semprul? Atau anda suka lihat sekumpulan orang-orang sehat yang jadi penonton konser lipsing di pagi hari? Tidak salah lagi, anda sedang mengikuti acara channel TV Surya Citra Televisi (SCTV). Apakah anda tahu bahwa SCTV punya hubungan saudara dengan Indosiar karena akhir-akhir ini mereka sering share program televisi yang sama? Ya sama seperti Transcorp, SCTV dan Indosiar menginduk pada satu perusahaan yang mambawahi mereka dan perusahaan-perusahaan lainnya. Kita sering menyebutnya, PT. Surya Citra Media. Walaupun kurang familiar di telinga kita, tapi nyatanya perusahaan inilah yang membawahi 2 Telvisi Swasta besar ini dan perusahaan-perusahaan lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita sedikit menengok ke dalam, cekidot.

RAJA PONSEL PINTAR YANG TAK PERNAH JAUH DARI MASALAH

DISCLAIMER : Cerita-cerita dan konten di     dalam blog ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, instans...