Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan Bahasa Indonesia yang
berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan
Republik atau Ejaan Soewandi. Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara
menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai
sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan
kata mengeja.
Monday, 12 October 2015
RAGAM DAN LARAS BAHASA
APA
ITU RAGAM BAHASA?
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut
pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian
dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau
berbagai variasi sosiulinguistik lain,
termasuk variasi bahasa baku itu
sendiri . Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap
terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya
kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.
Menurut Bachman (1990), Ragam Bahasa bisa juga dikatakan
variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang
dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan,
serta menurut medium pembicara.
Untuk jenis ragam bahasa adalah sebagai berikut:
FUNGSI BAHASA
Dalam kehidupan manusia, interaksi sosial sangatlah
penting. Demi mendorong terjadinya interaksi yang lancar, maka komunikasi antar
individu atau kelompok menjadi hal yang mutlak ada agar interaksi itu tetap
berjalan. Salah satu faktor keberhasilan komunikasi adalah diterimanya pesan
dari komunikator oleh komunikan. Nah, agar pesan yang disampaikan tadi sampai
ke tujuan dengan benar maka komunikasi menggunakan media bahasa.
Di dunia ini banyak sekali terdapat berbagai macam
bahasa. Dari sekian banyak bahasa ini bagaimanakah manusia bisa menggunakannya?
Karena itu tadi, interaksi sosial sangatlah penting bagi manusia si makhluk
sosial. Karena interaksi merupakan kunci rotasi semua kehidupan sosial, dengan
tidak adanya interaksi antar satu dengan yang lain maka tidak mungkin ada
kehidupan bersama.
Untuk itu marilah kita sedikit bahas beberapa hal
tentang bahasa itu sendiri.
Apa
Bahasa itu?
Thursday, 28 May 2015
Teori Organisasi Umum - 4
ALEX SI-"DRAGON"NAGA, AKTOR UTAMA KEBANGKITAN SANG "PLAT MERAH"
Setelah Anda membaca tentang struktur organisasi di
tubuh Telkomsel pada post sebelumnya kita akan mengetahui beberapa penghargaan
yang diraih. Baik dari tahun-tahun sebelumnya maupun yang baru-baru ini diraih.
Untuk 2 tahun kebelakang ini misalnya, banyak sekali hal yang diperoleh oleh
Telkomsel. Tapi siapa sebenarnya aktor dibalik semua keberhasilan Telkomsel
akhir-akhir ini?
Kalau saya boleh menyebut, saya akan menyebut nama
Alex J Sinaga. Siapa Alex ini? Apa kontribusinya selama ini?
Lahir di Pematang Siantar, 27 September 1961 pria
bernama lengkap Alex Janangkih Sanaga ini merupakan Direktur Utama Telkomsel
dari tahun 2012 sampai akhir 2014. Dengan kepepimpinanyalah Telkomsel yang pada
waktu itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Tinggi dibawanya menuju era
keeamasan seperti sekarang ini. Saat ini beliau merupakan Direktur Utama Telkom
Group.
A.
TEORI
KEPEMIMPINAN
Dalam
ilmu keroganasian kita akan menemukan banyak sekali definisi kepemimpinan yang
bervariasi namun dengan maksud yang sama. Oke bahasa simpelnya, kepemimpinan
adalah kemampuan seseorang meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah
pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu. Ada beberapa
teori kepemimpianan, diantaranya:
1. Great Man Theory.
Teori ini mengatakan bahwa pemimpin besar (great leader)
dilahirkan, bukan dibuat (leader are born, not made). Ketika teori great
man diusulkan, sebagian besar pemimpin adalah orang laki-laki dan hal
itu tidak bisa ditawar. Konsep kepemimpinan pada teori ini yang disebut orang
besar adalah atribut tertentu yang melekat pada diri pemimpin atau sifat
personal, yang membedakan antara pemimpin dan pengikutnya.
2. Teori Sifat.
Teori sifat kepemimpinan membedakan pada pemimpin dari mereka yang
bukan pemimpin dengan cara berfokus pada berbagai sifat dan karakteristik
pribadi masing-masing. Pada teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa
keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat atau ciri-ciri yang
dimilikinya. Atas dasar pemikiran tersebut, timbul anggapan bahwa untuk menjadi
seorang pemimpin yang berhasil sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi
pemimpin. Kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan
berbagai sifat atau ciri-ciri di dalam dirinya.
3. Teori Perilaku.
Teori perilaku disebut juga dengan teori sosial dan merupakan
sanggahan terhadap teori great man. Pemimpin itu harus disiapkan,
dididik dan dibentuk tidak dilahirkan begitu saja (leaders are made, not
born). Teori ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola
tingkah laku, dan bukan dari sifat-sifat (traits) seorang pemimpin.
4. Teori Kepemimpinan Situasional.
Teori kepemimpinan situasional adalah suatu pendekatan terhadap
kepemimpinan yang menganjurkan pemimpin untuk memahami perilaku bawahan, dan
situasi sebelum menggunakan perilaku kepemimpinan tertentu. Teori ini muncul
sebagai reaksi terhadap teori perilaku yang menempatkan perilaku pemimpin dalam
dua kategori yaitu otokratis dan demokratis.
5. Teori Kepemimpinan Karismatik.
Dalam teori ini para pengikut memiliki keyakinan bahwa pemimpin
mereka diakui memiliki kemampuan yang luar biasa. Kemampuan mempengaruhi
pengikut bukan berdasarkan pada tradisi atau otoritas formal tetapi lebih pada
persepsi pengikut bahwa pemimpin diberkati dengan bakat supranatural dan
kekuatan yang luar biasa. Di mana kemampuan yang luar biasa tersebut hanya
dimiliki oleh orang- orang tertentu dan tidak semua orang memilikinya. Seorang pemimpin
dianggap orang yang lebih tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Teori tetaplah teori karena pada kenyataannya semua
berbeda dalam kehidupan nyata. Namun dengan teori yang mendekati yang bilamana
hal tersebut sebagai acuan bisa dilakukan. Alex Sinaga disini bisa saja lebih
dekat ke Teori Perilaku. Karena dalam kenyataannya sifat kepemimpinannya sudah
mulai terbentuk dari usia muda. Mulai dari masuk ITB kemudian melanjutkan
kuliah di Inggris pastinya banyak sekali organisasi-organisasi yang telah
diikuti.
Dari situ sangat bisa dilihat bahwa sifat kepemimpinan
bisa datang darimana saja. Bahkan Alex merupakan salah satu pengurus Badan
Penggelola Sopo Marpingkir HKBP. Maka tak heran bila Alex sangat bisa
diandalkan. Seperti sudah banyak beredar bahwa Alex Sinaga ini sebelum masuk ke
Telkomsel sudah banyak langlangbuana di dunia pertelekomunikasian. Karirnya dirintis
dari bawah, dari mulai supervisor, manager, GM hingga jadi Presiden Direktur.
B.
TIPOLOGI
KEPEMIMPINAN
Tipologi
kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam
kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam
kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1. Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki
kriteria atau ciri seperti menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, mengidentikkan
tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, menganggap bawahan sebagai alat
semata-mata, tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, terlalu tergantung
kepada kekuasaan formalnya, dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan
pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2. Tipe Militeristis.
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin
yang memiliki sifat-sifat berikut yaitu dalam sistem perintah dalam
menggerakkan bawahan lebih sering dipergunakan, senang bergantung kepada
pangkat dan jabatannya dalam menggerakkan bawahan, senang pada formalitas yang
berlebih-lebihan, menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, sukar
menerima kritikan dari bawahannya, serta menggemari upacara-upacara untuk
berbagai keadaan.
3. Tipe Paternalistis.
seorang yang memiliki ciri sebagai berikut yaitu menganggap
bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (over-protective),
jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan,
jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif,
jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi
dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Karismatik.
Pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan
karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun
para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi
pengikut pemimpin itu.
5. Tipe Demokratis.
kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut yaitu
dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa
manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha
mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan
tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan
bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam
usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada
bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu
tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat
kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses
daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai
pemimpin.
Dari
pengamatan saya, Alex Sinaga masuk dalam kategori pemimpin bertipe Demokratis.
Beliau merangkul semua pihak untuk bersama-sama mengangkat derajat Telkomsel
yang sebelumnya hanya sebagai “penggembira” dalam perang tarif seluler menjadi
penguasa Seluler di seluruh Indonesia. Bukan hanya itu, Alex Sinaga juga
merupakan beberapa direksi yang terbuka ke pers. Padahal komunikasi dengan public
sangat-sangatlah hal yang berharga.
C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Setidaknya
ada 3 faktor yang mempengaruhi seseorang dalam menjalankan kepemimpinan:
1. Faktor Kemampuan Personal.
Kombinasi antara potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia
sebagai manusia dan faktor pendidikan yang ia dapatkan.
2. Faktor Jabatan.
Pengertian jabatan adalah struktur kekuasaan yang pemimpin duduki.
Jabatan tidak dapat dihindari terlebih dalam kehidupan modern saat ini,
semuanya seakan terstrukturifikasi. Dua orang mempunyai kemampuan kepemimpinan
yang sama tetapi satu mempunyai jabatan dan yang lain tidak maka akan kalah
pengaruh. sama-sama mempunyai jabatan tetapi tingkatannya tidak sama maka akan
mempunya pengarauh yang berbeda.
3. Faktor Situasi dan Kondisi.
Pengertian situasi adalah kondisi yang melingkupi perilaku
kepemimpinan. Disaat situasi tidak menentu dan kacau akan lebih efektif jika
hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan organisasi adalah sulit
untuk maju karena anggota organisasi yang tidak berkepribadian progresif maka
perlu pemimpin transformasional. Jika identitas yang akan dicitrakan oragnisasi
adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang mempunyai kemampuan kepemimpinan
spritual adalah hal yang sangat signifikan. Begitulah situasi berbicara, ia
juga memilah dan memilih kemampuan para pemimpin, apakah ia hadir disaat yang tepat
atau tidak.
Setalah
kita membaca beberapa artiket tentang Alex Sinaga kita akan menemukan bahwa dia
mmemerlukan perjalan panjang untuk mencapai puncak karirnya. Dan dari sini pula
kita bisa menyimpulkan bahwa kepemimpinan Alex Sinaga lebih banyak dari factor personal.
Dari kecil Alex Sinaga sudah diajarkan untuk menimba ilmu sebanyak mungkin.
Dari pengalaman-pengalaman inilah yang kemudian menjadi nilai tambah bagi
kedepannya.
Alex
Sinaga juga termasuk pemimpin yang ulet, rajin dan mau berkembang. Jalan
setapak yang harus dilalaui adalah General Manager Telkom Jakarta Barat, Senior
Manager Kinerja – Divisi Regional 2, Kepala Divisi Fixed Wireless Jaringan, dan
kepala Divisi Enterprise Service. Selain itu, dia menjadi Komisaris PT Sigma
Cipta Caraka sejak 2008 dan juga menjabat sebagai Komisaris Utama. Tak hanya
itu saja, beliau juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Metra yang juga
merupakan anggota Telkom Grup. Jadi memang factor kepemimpinan yang paling
berperan yaitu factor personal yang mana beliau senantiasa mengembangakannya
secara sendiri.
D.
IMPLIKASI
MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Sosok pemimpin dalam sebuah organisasi sangatlah
penting. Selain sebagai visioner, pemimpin juga dynamo penggerak bagi eleman
dibawahnya yang ia pimpin demi tujuan bersama. Jadi sangatlah diperlukan
pemimpin yang berkompeten dibidangnya hingga pengalaman. Sosok Alex Sinaga merupakan
contohnya, membawa Telkomsel dari yang awalnya diputuskan pailit sampai Alex
dapat memacu pertumbuhan double digit dan membuat keuntungan tahun 2012
melonjak sebesar Rp15,72 triliun atau naik 23% dibandingkan 2011 sebesar Rp
12,82 triliun.
Disisi lain, jumlah pelanggan pun melesat menjadi 122
juta, termasuk 25 juta pelanggan data pasca masyarakat dilanda kejenuhan
sebagai akibat perang tarif yang melanda industri selular. Luar biasa!
REFRENSI:
Teori Organisasi Umum - 3
INILAH OPERATOR “PLAT MERAH” YANG JANGKAUANNYA LEBIH JAUH DARI PLAT MERAH ITU SENDIRI
Setelah melewati padatnya Traffic Light Kuningan
Jakarta Selatan kini jalanan agak lengang dan hasrat untuk ngebut semakin naik.
Tak jauh dari traffic light kecepatan motorku sengaja aku kurangi. Iya, tepat
sebelah pintu masuk toll Kuningan mataku tertarik menghadapkan kepalaku ke
sebuah gedung tinggi. Nah sejenak kulihat ada tulisan “Wisma Mulia”. Bukan! Bukan
namanya yang membuatku penasaran untuk menengok kekiri, namun aku ingatanku tak
sengaja mampir ke sebuah operator seluler di negeri ini.
Telkomsel! Ya, disitulah basecamp atau bahasa
formalnya Kantor Pusat dari Operator “Plat Merah” tersebut. Mengapa aku sebut sebagai
operator “Plat Merah”? Karena Telkomsel merupakan anak perusahaan Telkom yang
merupakan salah satu anggota BUMN atau dengan kata lain milik pemerintah.
Perusahaan yang tergabung dalam Telkom Group ini merupakan asset terbesar dari
Telkom apalagi kalau bukan dari jangkauan dan pendapatannya (karena memang tarifnya
yang Subhanallah).
Baiklah, cukup sekian intronya. Untuk kemudian saya
akan sedikit membahas perusahaan yang pada tahun 2014 ini mendapatkan banyaksekali penghargaan, salahsatunya Top Brand Award 2014. Saya akan bahas sesuai
dengan Frame “Desain dan Stuktur Organisasi” pada bab 9-10 Materi Teori
Organisasi Umum 2.
A. PENDAHULUAN
Sejak dibentuk pada tahun 1995, Telkomesel terus
berkembang menjadi salah satu perusahaan Telekouminakasi unggulan di negeri
ini. Dengan mencanangkan budaya perusahaan THE TELKOMSEL WAY yang kesemuanya
ditujukan bagi seluruh pimpinan dan karyawan perusahaan, dalam pola pikir,
sikap, perilaku dan tindakan sehari-hari dalam bekerja memberikan kontribusi
kepada Perusahaan, dibangun dari tiga bagian, yaitu:
1. Philosophy to be the Best, yaitu Always The Best dan GREAT Values yang terdiri dari InteGrity, Respect, Enthusiasm, LoyAlty dan Totality;
2. Principles to be the Star, yaitu Solid, Speed, Smart (3S);
3. Practices to be the Winner, yaitu GREAT People, Great Strategy dan Great Innovation (3G).
1. Philosophy to be the Best, yaitu Always The Best dan GREAT Values yang terdiri dari InteGrity, Respect, Enthusiasm, LoyAlty dan Totality;
2. Principles to be the Star, yaitu Solid, Speed, Smart (3S);
3. Practices to be the Winner, yaitu GREAT People, Great Strategy dan Great Innovation (3G).
Dengan mengusung Bangunan
sebagai berikut:
Semua hal tersebut diatas menjadi hal yang tidak mengagetkan
karena pada dasarnya hal tersebut sesuai dengan Visi dan Misi Perusahaan,
yaitu:
·
Visi
Menjadi penyedia layanan dan solusi mobile
digital lifestyle kelas dunia yang terpercaya
·
Misi
Memberikan layanan dan solusi mobile
digital yang melebihi ekspektasi pelanggan, memberikan nilai tambah
kepada para stakeholders, dan mendukung pertumbuhan ekonomi
bangsa.
Didukung dengan jajaran direksi yang sangat
berkompeten, diantaranya:
|
B.
DESAIN
DAN STRUKTUR ORGANISASI
Dalam
dimensi struktur orgnasisai ada 3 bentuk struktur yaitu Formalisasi,
Sentralisasi serta Komplesitas. Dalam kasusnya Telkomsel menggunakan setidaknya
semua bentuk diatas, dengan perincian:
a. Formalisasi
yaitu sejauhmana organisasi
menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku
dari para pegawainya. Dengan adanya formalisasi ini keanekaragaman akan
berkurang, koordinasi menjadi lebih cepat dan lebih baik serta lebih hemat baik
dari sisi SDM maupun finansial.
b. Sentralisasi
Yaitu tingkat di mana pengambilan
keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik
tunggal di dalam organisasi. Tidak murni memang, namun mengacu pada
formalisasi diatas sentralisasi acapkali digunakan terutama dalam hal
pengambilan keputusan strategis dan besar.
c.
Kompleksitas
Untuk mengimbangi 2 struktur diatas
maka digunakan pula bentuk komplesitas yaitu struktur yang mempertimbangkan
tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat
spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki
organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara
geografis. Bukan hanya itu, Telkomsel banyak bekerjasaman dengan vendor-vendor
yang terkait dengan pekerjaannya yang artinya sangat komplek.
Selanjutnya kalau membicarakan tentang perusahaan
kita tidak akan jauh-jauh dari yang namanya Departementalisasi. Apa itu
Departementalisasi itu? Yaitu upaya mengelompokan aktivitas pekerjaan sehingga
aktivitas-aktivitas dan hubungan yang serupa dan logis dapat diselenggarakan
secara serempak. Divisi tenaga kerja menghasilkan spesialis yang memerlukan
koordinasi. Koordinasi ini difasilitasi dengan mengelompokkan para spesialis
bersama-sama dalam sejumlah departemen.
Ada 2 jenis departementalisasi: Departementalisasi
Fungsional dan Departementalisasi Divisional. Departementalisasi Fungsional mengelompokkan
fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan (tugas) sejenis untuk membentuk
suatu satuan organisasi. Sedangkan Departementalisasi Divisional adalah Struktur
organisasi atas dasar produk setiap departemen bertanggung jawab atas suatu
produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Di Telkomsel sendiri pembagian departemen
mengkombinasikan 2 jenis diatas. Baik itu fungsional, yaitu penempatan tenaga
ahli di bidangnya. Tidak ada tumpang tindih ahli, semua disesuaikan bidang dan
kemampuan. Di Telkomsel juga menerapkan depertamensitalisasi secara divisional,
terlebih lagi secara regional. Dengan luasnya wilayah Indonesia tidak mungkin perusahaan
menerapkan 1 pintu dalam penanganannya. Minimal sudah ada kantor cabang di
setiap kota besar di Indonesia dari Sabang sampai Merauke demi mendukung
terciptanya pelayanan prima.
C.
MODEL
DAN DESAIN ORGANISASI
Model
desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal
pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan
pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau
posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan
tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Ada 2 Teori yaitu:
Mekanistik dan Organik.
Di
Telkomsel sendiri lebih banyak menggunakan teori organik karena telah dibuktikan
dengan poin pengembangan SDM di Telkomsel itu sendiri yang salah satunya adalah
mengenal semua karyawannya sebagai contributor dari kesuksesan perusahaan.
Selain itu juga adanya reward terhadap kontribusi individual di lingkungan
perusahaan Telkomsel di seluruh Indonesia. Dua hal tersebut merupakan ciri
model organisasi organik yang salah satu cirinya adalah proses motivasi
berusaha menimbulkan motivasi melalui metode partisipasi.
D.
IMPLIKASI
MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Dengan
jangkauan jaringan terluas yaitu hampir 95% wilayah di Indonesia, Telkomsel
membuktikan bahwa Telkomsel adalah perusahaan dengan dedikasi dan semangat
untuk memberikan pelayanan telekomunikasi ke berbagai lapisan masyarakat mulai
dari kawasan perkotaan, ibukota kecamatan, daerah perintis, hingga desa
perbatasan negeri, baik di gugusan pulau kecil ataupun di hutan pedalaman.
Hal
itu tentunya tidak dengan sekejap bisa dijalankan dan diraih. Ada perjalanan
berat dan panjang yang harus dilalui untuk mencapai puncak. Lahir ditahun 1995 yang
bahkan teknologi seluler dianggap sangat mutakhir pada jamannya, kemudian
menghadapi krisis moneter yang menyerang Indonesia sampai awal Milenium ke-2.
Telkomsel
tetap tekun menyuguhkan performanya. Banyak program-program diusung, namun
sampai saat ini kualitas lah yang sangat bisa diandalkan oleh Telkomsel.
Demikian sedikit sharing saya tentang perusahaan yang perusahaan yang memang terkenal ini. Mohon saran untuk perbaikan kedapannya. Kritik boleh juga kok demi kemaslahatn ummat.
Wassalam.
Forms are Temporary but Class is Permanent.
Demikian sedikit sharing saya tentang perusahaan yang perusahaan yang memang terkenal ini. Mohon saran untuk perbaikan kedapannya. Kritik boleh juga kok demi kemaslahatn ummat.
Wassalam.
Refrences:
http://www.telkomsel.com/
http://www.telkomsel.com/media/upload/annualreport/AR_TSEL2014.pdf
http://www.telkomsel.com/tagging/Raih
http://www.telkomsel.com/visionmission
http://www.telkomsel.com/about/our-company/11116-Budaya-Perusahaan.html
http://www.telkomsel.com/history--milestones
http://www.telkomsel.com/board-of-directorshttp://www.telkomsel.com/
http://www.telkomsel.com/media/upload/annualreport/AR_TSEL2014.pdf
http://www.telkomsel.com/tagging/Raih
http://www.telkomsel.com/visionmission
http://www.telkomsel.com/about/our-company/11116-Budaya-Perusahaan.html
http://www.telkomsel.com/history--milestones
Monday, 27 April 2015
Teori Organisasi Umum-2
KEBIJAKSANAAN
tanpa PENINDASAN
BAB
I
PENDAHULUAN
·
Latar Belakang
Di
era globalisasi saat ini terdapat banyak sekali masalah yang tanpa disadari
muncul secara tiba-tiba tanpa memandang situasi, kondisi tempat maupun waktu,
tidak memandang derajat dan tingkat kesetaraan seluruh instansi dimuka bumi.
Mulai dari perushaan pemula, menengah (berkembang) maupun perusahaan bonafide
yang mungkin sudah go public sekalipun. Permasalahan yang dihadapipun
bervariasi mulai dari yang sudah diantisipasi maupun bentuk masalah baru, yang
dipastikan jika tidak bisa diselesaikan akan berdampak negatif bagi perusahaan
tersebut misalnya membuat perusahaan tersebut bangkrut (collapse), namun tidak
sedikit juga yang bisa membalikan situasi dan kemudian bangkit (move on) serta
dapat mengambil keuntungan yang bahkan berlipat ganda dalam usahanya.
·
Perumusan Masalah
Dalam
kesempatan ini kita akan mengurai bersama bagaimana suatu perusahaan yang
didalamnya terdapat 200 (dua ratus) karyawan aktif, dimana dalam menjalankan
usahanya manager atau pimpinan perusahaan diperhadapkan dalam suatu
permasalahan keuangan yang mengancam akan kelanjutan usaha mereka.
Dan setelah dilakukan
audit atau semacam rapat umum bersama, ternyata ditemukan terjadinya
pembengkakan pengeluaran perusahaan dalam sektor keuangan adalah dalam
pembiayaan asuransi karyawan.
Diputuskanlah bahwa
untuk mempertahankan stabilitas keuangan perusahaan perlu diadakan perubahan
sistem asuransi. Perlu diketahui sistem asuransi dalam perusahaan ini
menggunakan sistem managed care. Dan akan beralih menggunakan sistem indemnity.
Tidaklah mudah beralih atau merubah suatu sistem ini mengingat adanya plus
minus diantara kedua sistem ini. Itulah permasalahan pertama.
Permasalahan kedua
adalah sebagai seorang pimpinan suatu perusahaan tidaklah praktis dapat merubah
sistem begitu saja sedangkan keputusan adalah menyangkut 200 (dua ratus) perut
karyawannya. Tentu terjadi perdebatan pro dan kontra mengenai keputusannya
nanti, dan bagaimana cara menyampaikannya agar tetap terlihat berwibawa sebagai
seorang pemimpin yang bisa mengambil keputusan secara bijak, maupun tetap
friendly atau harmonis hubungan antar atasan dan bawahan.
·
Tujuan
1.
Menguasai cara
berkomunikasi kepada bawahan dalam menyampaikan hal-hal yang menyangkut
kesejahteraan karyawan
2.
Mengetahui cara mana
yang lebih baik digunakan manager care atau indemnity
3.
Mengetahui keuntungan
dan kurugian menggunakan manage care atau idemnity
BAB
II
Landasan
Teori
·
Apa itu managed care ?
Managed
care terbagi dalam dua suku kata, yang pertama adalah managed yang berarti
mengelola/mengurus/berhasil. Serta care adalah perawatan. Namun pengertiannya
secara luas yaitu managed care merupakan jenis layanan asuransi kesehatan yang
menyediakan perawatan kesehatan serta memberikan akses yang efektif dan efisien.
Dengan kata lain managed care adalah hasil kerjasama antar layanan jasa
asuransi yang ditunjuk dengan perusahaan sebagai pihak yang memiliki peserta
asuransi, dimana dalam program ini setiap periode bulanan akan ada pemotongan
gaji atau upah karyawan untuk memenuhi tunjangan kesehatan karyawannya dengan
tujuan apabila sewaktu-waktu karyawan tersebut mengalami gangguan kesehatan
atau kecelakaan yang harus ditangani secara medis maka dapat diklaim ke klinik,
puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk oleh pihak asuransi sesuai perjanjian
mereka.
·
Apa itu indemnity
Indemnity
dalam kamus bahasa inggris-bahasa indonesia diartikan sebagai ganti rugi.
Dengan kata lain indemnity merupakan produk asuransi yang dalam proses
pengoperasiannya menggunakan sistem plafon atau limit yang ditetapkan oleh
perusahaan sesuai kebutuhan ataupun jabatan serta posisi tiap-tiap pesertanya.
Berbeda dengan managed care, indemnity sendiri hanya akan diklaim ke perusahaan
apabila pesertanya mengalami gangguan kesehatan yang harus ditangani secara
medis entah itu bagaimanapun bentuk permasalahan yang terpenting adalah
keselamatan peserta asuransi, namun dengan plafon kesepakatan yang sudah
disepakati bersama antara pihak perusahaan layanan asuransi dan peserta
asuransinya. Bisa ditarik kesimpulan bahwa indemnity lebih praktis dibanding
managed care.
BAB
III
PEMBAHASAN
·
Tujuan peralihan dari
managed care ke indemnity
Seperti
yang sudah kita bahas diatas bahwa demi kelancaran dan mempertahankan
eksistensinya, perusahaan perlu melakukan perubahan layanan asuransi mereka
dari yang semula managed care ke produk indemnity, dikarenakan terdapat
pemborosan secara materi apabila tetap menggunakan sistem layanan managed care.
Yang kita ketahui bersama seperti kesimpulan diatas bahwa indemnity mereka
problem solved yang paling make sense karena disamping lebih menguntungkan
perusahaan (dalam arti kata bisa lebih save cost) dan dalam pengurusannya para
peserta tidak dipersulit melainkan dipermudah dalam pemrosesannya yaitu lebih
efektif dalam tujuannya (tidak bertele-tele) dan lebih efisien waktu dan tenaga
dibanding dengan managed care yang bisa diketahui bahwa sangat merepotkan jika
sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang bersifat emergency.
·
Cara berkomunikasi
Ada
bermacam-macam cara untuk mengkomunikasikannya kepada bawahan bahwa akan adanya
perubahan layanan asuransi yang semula managed care menjadi indemnity. Tentu
saja tidak semudah membalikan telapak tangan mengingat satu orang pimpinan
harus berhadapan dengan 200 (dua ratus) karyawan makan harus pandai dalam
memilih cara komunikasi yang tepat.
Menurut
Jerald Greenberg terdapat beberapa model komunikasi dalam perusahaan untuk
menyampaikan tujuan pimpinan kepada bawahannya yaitu ;
Pertama
: rational persuasion, dengan menggunakan argumen yang logis dan fakta-fakta
untuk merayu orang-orang yang diincar dengan ketentuan keinginan dan tujuannya
akan terjadi.
Kedua
: inspirational appeals, yaitu dengan membakar semangat serta cita-cita
seseorang dengan menunjukan contoh konkrit.
Ketiga
: collaboration, bagaimana caranya agar supaya orang-orang yang diincar dapat
menyetujui semua usulannya.
Keempat
: consultation, melibatkan orang lain dalam perumusan masalah dan mengambil
keputusan.
Kelima
: ingratiation, berikan yang mereka inginkan serta tempatkan dalam suasana hati
yang baik.
Keenam
: exchange, memberikan iming-iming tentu saja merupakan timbal balik setelah
mengikuti kemauan pimpinan.
Ketujuh
: personal appeal, berbaur dengan bawahan dan komunikasikan secara hati ke hati
seperti tidak ada batasan antara atasan dan bawahan.
Kedelepan
: coalition building, mempengaruhi orang sekitar, agar memberikan masukan agar
dapat bergabung dalam koalisi.
Kesembilan
: pressuring, mengintimidasi atau melakukan keharusan untuk patuh terhadap
perintah.
Dalam
study case ini saya melihat bahwa bentuk komunikasi yang paling ideal adalah
yang pertama yaitu rational persuasion. Perusahaan dapat mengemukakan segala
hal yang terjadi sesuai fakta yang muncul, apa problemnya dan bagaimana problem
solved dari masalah itu sendiri. Sebagai pimpinan yang bijak pasti bawahan bisa
menerima dan memahami situasi ini. Tanpa ada rasa penindasan dari perusahaan
terlebih dengan cara komunikasi pimpinan yang berwibawa dan bijaksana.
BAB
IV
Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa indemnity lebih praktis
dibanding managed care dan lebih menguntungkan bagi perusahaan yang sedang
mengalami masalah keuangan perusahaan.
Refrensi :
Departemen
kesehatan RI, 2001, profil perkembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat
tahun 2000
Jerald
Greenberg, Managing behavior in organization. Prentice Hall: New jersey, 2005
Pustaka
ilmiah
Kelas 2KA24
Monday, 19 January 2015
Teori Organisasi Umum 1 Part III
Anda Penggemar GGS? Atau Naga Lokal? Silakan Masuk!
Anda tahu sintetron GGS? Ganteng Ganteng Semprul? Atau anda
suka lihat sekumpulan orang-orang sehat yang jadi penonton konser lipsing di
pagi hari? Tidak salah lagi, anda sedang mengikuti acara channel TV Surya Citra
Televisi (SCTV). Apakah anda tahu bahwa SCTV punya hubungan saudara dengan Indosiar
karena akhir-akhir ini mereka sering share program televisi yang sama? Ya sama
seperti Transcorp, SCTV dan Indosiar menginduk pada satu perusahaan yang
mambawahi mereka dan perusahaan-perusahaan lainnya. Kita sering menyebutnya,
PT. Surya Citra Media. Walaupun kurang familiar di telinga kita, tapi nyatanya
perusahaan inilah yang membawahi 2 Telvisi Swasta besar ini dan
perusahaan-perusahaan lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita sedikit
menengok ke dalam, cekidot.
Subscribe to:
Posts (Atom)
RAJA PONSEL PINTAR YANG TAK PERNAH JAUH DARI MASALAH
DISCLAIMER : Cerita-cerita dan konten di dalam blog ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, instans...
-
Apa itu EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)? Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Eja...
-
APA ITU RAGAM BAHASA? Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari se...
-
INILAH OPERATOR “PLAT MERAH” YANG JANGKAUANNYA LEBIH JAUH DARI PLAT MERAH ITU SENDIRI Setelah melewati padatnya Traffic Light Kuning...




