Wednesday, 20 April 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 - 2

RESENSI BUKU "RAHVAYANA 2: ADA YANG TIADA"



Walaupun ini buku ke 2 dari seri Rahvayana namun kita sebagai pembaca newbie tidak diwajibkan untuk membaca seri pertama. Buku ini banyak  berisi kumpulan surat Rahwana kepada Dewi Sinta yang telah menikah dengan Sri Rama. Kalau biasanya kita membaca cerita Ramayana yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan Rama menghadapi bala tentara Alengka yang dipimpin oleh Rahwana. Awal mula permasalahan? Ya betul, sepele saja. Hanya gara-gara Rahwana menculik Sinta yang menyebabkan Rama mengumpulkan bala bantuan dan mendirikan kerajaan.
Namun di buku ini kita akan melihat cerita dari sudut pandang lain, dari sisi Rahwana. Memang benar Rahwana adalah tokoh antagonis disini namun dari sini pun kita masih bisa mengambil nilai yang mungkin saja bermanfaat karena nilai-nilai kehidupan tidak melulu diambi dari hal positif saja namun bisa saja dari hal-hal tak terduga semisal dari hal yang kita anggap itu tidak baik.

Melihat Sinta meninggalkannya untuk menikah dengan Rama, Rahwana mulai menulis surat-surat yang ditujukan ke Sinta (walaupun tidak berbalas). Dari situlah banyak ungkapan kegalauan Rahwana, fikiran-fikiran liar serta impian dan cita-cita Rahwana yang ingin diwujudkan bersama Sinta.


RESENSI FILM "TIMELINE, LETTER & MEMORY"




Nilai

Bagi saya pribadi, selain bisa menyeret emosi saya ketika menontonnya (bahkan ketika film sudah selesai!) film ini sangat banyak  memberikan nilai-nilai, utamanya kehidupan. Lumayan komplek nilai yang terkandung dalam film ini mulai dari kehidupan, moral, cinta (so, kalo ini mah pasti lah), persahabatan dan banyak lagi. Dari film ini kita tidak hanya akan disuguhkan dengan drama percintaan anak remaja yang beranjak dewasa (ya memang ini yang utama) tapi kita akan melihat bagaimana hubungan pemeran utama (Tan) dengan ibunya yang merupakan single parent dari dia lahir. Dalam film ini kita akan melihat usaha ibunya Tan (Mat) dalam menghadapi kehidupan seorang diri dengan mengurus kebun sebegitu luasnya untuk menghidupi Tan, anak semata wayangnya.

Kita juga akan melihat bagaimana proses kehidupan Tan ketika pertama kali tinggal di Bangkok untuk kuliah. Kehidupan awal yang sangat berantakan hingga bertemu June dan Orn berlanjut pada suatu kejadian-kejadian yang sangat menyakitkan bagi Tan hingga akhirnya membuat dia berubah menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Sebuah film bagus akan memaksa pemirsanya untuk melibatkan emosinya sebagaimana para pemeran rasakan ketika beradegan. Namun tidak semua film bagus mampu menyampaikan nilai-nilai kehidupan kepada pemirsanya. Ada banyak film yang memberikan kesan, namun hanya sedikit yang sanggup jua memberikan pesan.


Kekurangan

Mungkin pemilihan judul itu sendiri yang saya rasa kurang pas, mengapa? Timeline, mungkin film ini berkonsep seperti facebook namun pada kenyataannya kemunculan facebook sendiri disini sangat sedikit. Oke kalau kita berasumsi bahwa timeline bukan hanya milik facebook saja tapi toh lihat walaupun banyak sekali aktifitas-aktifitas semacam telepon, chatting, video namun hal semacam itu tidak terlalu ditonjolkan. Mungkin untuk mengobati sedikit lara di bagian akhir film yang aduhai sedih-sedih gitu dimunculkan hal yang berbau facebook.

Kelebihan

Selain nilai-nilai diatas yang tentunya akan sangat pantas dicantumkan dalam point "Kelebihan" pastinya ada banyak kelebihan yang bisa diambil dari film ini. Selain menampilkan sisi "serius" nya, film ini tidak melulu tentang itu. Sentuhan komedi masih ada. Romantis-romantisnya juga tidak ketinggalan. Dan plotnya saya pikir terasa rapi dan pas. Dan selain itu mungkin untuk para ABG macam saya quote-quote lah yang paling kerasa, hahaa. Beberapa quotes dari dialog antar pemeran:


"Mengapa engkau menyuruhku memasak, masakanmu 'kan lebih enak?"

"Andaikan aku tiada, engkau bisa mengurus dirimu sendiri." - Ayah Tan kepada Mat



She'll be waiting until he loves, He'll loved until she knew.




Aku mau bilang, di masa yang lalu aku bisa mengenalmu

Saat kita melakukan hal-hal yang engkau suka ...

Aku merasa senang

Aku berharap semoga hidupmu menyenangkan

Bisa melakukan apa yang engkau inginkan

Jika ada hari itu,

aku pasti akan merasa sangat senang

Aku amat senang bisa mengenalmu,

memiliki kesempatan bertemu,

dan kesempatan mencintai,

meski ini hanya di pikiranku saja

(dari video terakhir June kepada Tan)


Sunday, 20 March 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 - 1

PENALARAN ILMIAH


A.      Pengertian Penalaran
Penalaran menurut Widjono, (2007 : 2009) dapat dijelaskan dalam beberapa definisi, yaitu :
1.       Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
2.       Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
3.       Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
4.       Dalam karangan terdiri dari dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan
5.       Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.

Penjelasan lebih singkat dari Minto Rahayu, (2007 : 35), “Penalaran adalah suatu proses berpikir yang logis dengan berusaha menghubung - hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan.”
Dalam pembuatan suatu karya tulis ilmiah, berbagai ide dan konsep akan dituangkan dan ditawarkan oleh penulisnya. Untuk menyampaikan konsep tersebut seorang penulis menggunakan kalimat yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga pembaca dapat menerima pesannya dengan baik.
B.      Proposisi
Jan Handrik Rapar (1996) menyatakan dalam bukunya bahwa proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, preposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.
Proposisi dalam pengertian dan kateogrinya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, diantaranya:

1.       Aspek Bentuk
a. Proposisi tunggal adalah proposisi yang memiliki 1 subjek dan 1 predikat.
Contoh : Faldi menyetir
b. Proposisi majemuk adalah proposisi yang memiliki 1 subjek dan lebih dari 1 predikat.
Contoh : Tara mandi dan menyanyi di kamar mandi
2.       Aspek Sifat
a. Proposisi Kategorial adalah proposisi dimana hubungan antara subyek dan predikatnya mempunyai syarat apapun
Contoh : Semua manusia hidup di dunia akan mengalami bernafas
b. Proposisi Kondisional adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu.
Contoh : Jika Dika lulus SNMPTN maka dia akan dibelikan mobil oleh ayahnya

3.       Aspek Kualitas:
a. Proposisi Positif, yaitu proporsisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.
Contoh : Semua jerapah berleher panjang
b. Proposisi Negatif, yaitu proporsisi dimana predikatnya menolak atau tidak mendukung subjeknya.
Contoh : Tidak ada wanita yang berkumis

4.       Aspek Kuantitas:
a. Proposisi Universal, yaitu proposisi dimana predikatnya mendukung atau mengingkari semua.
Contoh : Semua WNI mememiliki KTP
b. Proposisi Spesifik / khusus, yaitu proposisi yang predikatnya membenarkan sebagian subjek.
Contoh : Sebagian mahasiswa tidak patuh kepada dosennya

A.      Inferensi dan Implikasi

Inferensi adalah suatu proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui. Inferensi adalah konklusi logis atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference engine. Ketika representasi pengetahaun pada bagian knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan. 
Contoh: 
“Pak, besok aku diundang ke pesta pernikahan temanku tapi harus membawa pasangan sedangkan aku belum ada pasangan”. 
Maka inferensi dari ungkapan tersebut bahwa aku tidak bisa pergi ke pesta pernikahan teman.

Implikasi artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.
B.      Wujud Evidensi

Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di hubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi disebut juga bukti empiris. Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.

C.      Cara menguji data

Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.

1.       Observasi
2.       Kesaksian
3.       Autoritas

D.      Cara menguji autoritas

Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.

1.       Tidak mengandung prasangka
2.       Pengalaman dan pendidikan autoritas
3.       Kemasyhuran dan prestise
4.       Koherensi dengan kemajuan

E.       Mengapa perlu adanya penalaran ilmiah?
Adanya penalaran ilmiah menurut saya adalah karena ketika kita ingin menarik kesimpulan dari hasil ekseperimen, observasi dan pengujian bisa menghasilkan informasi yang tepat dan akurat. Dengan adanya penalaran ilmiah kita bisa membuktikan keberan dari fakta tersebut dan membuat pengamatan yang kita lakukan tidak sia-sia.


Sedikit kendala dalam pengamatan adalah ketika akan menghubungkan data, informasi dan fakta yang kemudian memulai melakukan pengujian. Namun ketika sudah masuk tahap pengujian dan observasi maka penalaran akan menjadi lebih mudah dengan adanya bahan-bahan yang telah dikumpulkan sebelumnya. Dan untuk kesimpulan akan lebih mudah dalam pengambilan karena adanya penalaran diatas.

Saturday, 2 January 2016

Tugas Bahasa Indonesia 1 - 7

RANCANGAN PENULISAN ILMIAH

1.       BAB I
a.       Halaman Judul
Berisi halaman paling depan Penulisan Ilmiah, didalamnya terdapat:
-          Judul penulisan
-          Logo/ lambang Instansi (dalam hal ini logo Universitas Gunadarma)
-          Identitas mahasiswa
-          Tujuan penulisan
-          Asal fakultas
Halaman judul bisa terdiri dari 2 jenis, yang paling depan biasanya berupa hardcover kemudian halaman selanjutnya terdapat halaman yang sama dengan halaman depan dengan jenis kertas sama dengan halaman selanjutnya.
b.      Lembar Pengesahan
Terdapat Judul penulisan, Nama, NPM, tanggal sidang, tanggal lulus, dan tanda tangan pembimbing, koordinator PI, serta Ketua Jurusan.

c.       Abstrak
Menyertakan rangkuman penulisan tak lebih dari 1 halaman.

d.      Kata Pengantar
e.      Daftar Isi
f.        Daftar Tabel
g.       Daftar Gambar

2.       BAB II – PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang
Penjelasan penulis tentang alasan mengapa penulis mengambil tema dan topik permasalahan sehingga menjadi sebuah tulisan tersebut.
b.      Rumusan masalah dan Pembatasan masalah
Menerangkan tentang pokok permasalahan yang tentunya terdapat batasan pembahasan didalamnya sehingga tidak melebar dan lebih fokus
c.       Tujuan Penulisan
Menjelaskan tentang apa-apa yang ingin didapatkan/ dihasilkan dari penelitian dan penulisan sehingga bisa menjawab persoalan yang terdapat dalam sub-bab masalah
d.      Manfaat Penulisan
Menyebutkan manfaat apa saja yang bisa diperoleh oleh penulis maupun orang lain.
e.      Metode Penelitian
Menyebutkan tentang metode apa saja yang digunakan penulis dalam penilitian hingga penulisan. Metode yang lazim digunakan adalah studi pustaka (bahan diperoleh dari buku, jurnal, dll), studi lapangan (penulisan memperoleh bahan dari hasil penelitian langsung di lapangan) dan gabungan dari keduanya
f.        Sistematika Penulisan
Berisi penjabaran gambaran secara umum tulisan dari Bab I sampai akhir.

3.       BAB III – PEMBAHASAN MASALAH
a.       Landasan Teori
Menyebutkan teori apa saja yang digunakan penulis untuk menunjang tulisannya
b.      Gambaran Umum Perusahaan (digunakan dalam penulisan praktek kerja dan penelitian)
Uraian singkat profil perusahaan yang dilakukan tempat praktek kerja atau yang menjadi objek penelitian
c.       Hasil Penelitian dan Analisis/ Pembahasan
Menjelaskan secara rinci, padat dan jelas hasil penelitian berdasarkan metode/ alat penelitian.
Dalam analisis dan pembahasan, diterangkan pula secara lebih detail faktor, data, informasi dan metode penelitian yang digunakan sehingga tidak akan muncul pertanyaan dari hasil penelitian yang hasilnya masih secara umum
d.      Rangkuman hasil penelitian
Bersifat opsional, bilamana hasil penelitian bisa diringkas menjadi media yang lebih singkat semisal grafik, tabel, dll.

4.       BAB IV – PENUTUP
a.       Kesimpulan
Jawaban penulis dari hasil penelitian yang merupakan pertanyaan dari masalah yang diajukan dari masalah di bab II
b.      Saran
Isi saran yang tujuannya membangun kepada beberapa pihak khususnya untuk kebaikan dari penulisan itu sendiri

5.       Akhir
a.       Daftar Pustaka
Daftar referensi yang digunakan dalam penelitian sampai penulisan dengan format yang telah ditentukan
b.      Lampiran
Informasi tambahan tentang penulisan berupa uraian, program, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik, atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya

Saturday, 14 November 2015

Tugas Bahasa Indonesia 1- 6

Abstrak dan Daftar Pustaka

ABSTRAK

Aturan Membuat Abstrak

      Abstrak adalah sebuah ringkasan isi dari sebuah karya tulis ilmiah yang ditujukan untuk membantu seorang pembaca agar dapat dengan mudah dan cepat untuk melihat tujuan dari penulisannya. Di dalam dunia akademik, tulisan pendek ini digunakan oleh institusi/lembaga/organisasi pendidikan sebagai informasi awal atas sebuah penelitian ketika dimasukkan dalam jurnal, konferensi, lokakarya, atau yang sejenisnya. Dalam dunia maya (internet), sebuah abstrak digunakan sebagai gambaran singkat atas sebuah karya tulis ilmiah/penelitian untuk dibaca, sebagaimana halnya sebuah “display” model pakaian dipajang untuk dilihat atau diuji pakai sebelum dibeli. Selanjutnya, bagian lengkap sebuah penelitian dijual kepada mereka yang berminat untuk mendapatkannya.
Struktur penulisan sebuah abstrak yang terjadi saat ini menggambarkan ketidakpastian konsep atau ketidakjelasan panduan yang dimiliki tentang susunan yang jelas dari sebuah abstrak. Alasan atau pandangan atas perbedaan yang terjadi di dunia akademik tidak dibahas dalam tulisan ini karena saat ini yang lebih penting meluruskan dan atau menyamakan pandangan tentang penulisan sebuah abstrak yang baik. Penulisan sebuah abstrak harusnya memperhatikan:

a. Struktur Paragraf.
Sebuah abstrak ditulis dalam satu paragraf yang menerangkan keseluruhan isi tulisan secara singkat dan jelas. Penulisannya tidak melakukan indensasi pada kalimat pertama paragraf. Single space adalah pilihan yang dimiliki oleh penulis untuk menyusun kalimat dalam paragrafnya. Lebih dalam, kadang seorang pembimbing Skripsi/Tesis/Disertasi mengatur hingga pada penggunaan jenis huruf dan ukuran tertentu.

b. Jumlah kata.
Idealnya sebuah paragraf terdiri dari 150 sampai dengan 200 kata. Namun, pertimbangan jumlah kata yang paling tepat dalam penulisan Skripsi, Tesis, ataupun disertasi biasanya bergantung pada pertimbangan pandangan pembimbing (supervisor) yang mendampingi seorang mahasiswa dalam penulisannya. Seorang supervisor harusnya tidak mempertimbangkan jumlah kata sebagai acuan utama penulisan paragraf, karena bagian utama justru isi (content) paragraf.

c. Isi paragraf.
Pada saat pembimbingan, seorang supervisor mengedepankan 4 bagian empiris dari sebuah abstrak. Pertama, indentifikasi fokus penelitian dijelaskan secara singkat agar pembaca memahami apa yang diamati oleh seorang peneliti di dalam penelitiannya. Kedua, penulis perlu menggambarkan secara jelas desain penelitian yang dilakukan dalam proses pencarian jawaban atau solusi atas persoalan yang diangkat di dalam penelitiannya. Desain langkah penyelesaian masalah ini oleh mahasiswa lazim dikenal dengan istilah Metode Penelitian. Ketiga, selanjutnya penulis akan menjelaskan hasil temuannya kepada pembaca. Beberapa peneliti menganggap hasil temuan yang diungkap tidak perlu mengungkap pembahasan yang dilakukan karena hal itu justru akan membuat pengulangan isi tulisan. Jelas maksudnya karena bagian pembahasan temuan penelitian juga diurai di dalam bagian kesimpulan. Keempat, perlunya bagian kesimpulan di dalam sebuah tulisan juga terlihat di dalam sebuah abstrak yang tetap mendapatkan perhatian penting sebagai bagian akhir dari paragraf. Pada bagian ini kadangkala sejumlah peneliti menyisipkan rekomendasi penelitian namun tanpa pembahasan atau uraian yang panjang. Lebih lanjut, tidaklah lazim sebuah abstrak diisi oleh nama si penulis serta para pembimbing tulisannya, apalagi hal itu ditulis dalam huruf cetak tebal.
Penulisan abstrak memang tidak bisa diselesaikan dalam satu kali penulisan. Sama halnya dengan penulisan esei (essay), penulisan abstrak juga memerlukan latihan agar bisa menciptakan hasil tulisan yang baik. Saat ini panduan penulisan menggunakan APA (American Psychology Association) style telah populer digunakan di perguruan tinggi. Meskipun panduan penulisan ini bukanlah satu-satunya panduan penulisan yang ada, APA style menjadi pilihan banyak para penulis dikarenakan pertimbangan panduan ini digunakan oleh banyak perguruan tinggi di dunia sehingga juga memundahkan penyesuaian dan penerimaannya.

DAFTAR PUSTAKA

         Aturan Menyusun Daftar Pustaka
Berikut ini adalah urutannya: 

-          Nama pengarang. Penulisan nama pengarang sama seperti aturan penulisan nama pada daftar pustaka biasa, yaitu nama depan ditulis di belakang.
-          Judul. Judul tulisan diberi tanda kutip
-          Tanggal Akses
-          Alamat situs atau blog. Alamatnya harus berupa URL (Uniform Resource Locator) alias:
-          Rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet. Seperti ini: http://id.wikipedia.org/wiki/URL
Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Internet:
Aini, Ratu. “Cara Beternak Itik Lampung”. 15 Januari 2001. http://ternakindo.com/2008/12/literasi-informasi-ternak-itik-nasional.html.







Tugas Bahasa Indonesia 1 - 5

KUTIPAN


1.       Pengertian
Kata pengutipan berarti hal, cara, atau proses mengutip. Mengutip merupakan pekerjaan mengambil atau memungut kutipan. Menurut Azahari (dalam Alam, 2005:38) “kutipan merupakan bagian dari pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi, rumusan atau penelitian dari penulis lain, atau penulis sendiri yang telah (menurut penulis kata telah harus dihilangkan) terdokumentasi, serta dikutip untuk dibahas dan ditela’ah berkaitan dengan materi penulisan”. Batasan di atas tidak hanya memaparkan hakikat kutipan, tetapi juga menjelaskan kepentingan mengutip, yakni untuk dibahas dan ditela’ah. Hal ini mengandung pengertian bahwa pengutipan memiliki tujuan tertentu, bukan sekadar menambah jumlah paparan penelitian.


2.       Pedoman Pengutipan
Mengutip merupakan pekerjaan yang dapat menunjukkan kredibilitas penulis. Oleh karena itu, mengutip harus dilakukan secara teliti, cermat, dan bertanggung jawab. Hariwijaya dan Triton (2011: 151) mengatakan bahwa ketika melakukan pengutipan perlu dipelajari bagaimana teknik pengutipan sesuai dengan standar ilmiah (penambahan kata oleh penulis). Untuk itu, perlu diperhatikan hal berikut: a. mengutip sehemat-hematnya
b. mengutip jika dirasa sangat perlu semata-mata
c. terlalu banyak mengutip mengganggu kelancaran bahasa.

3.       Cara Mengutip
Ada dua cara mengutip, yaitu (a)mengutip langsung dan (b)mengutip tidak langsung.
sedangkan kutipan tidak langsung menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri (Widjono, 2005: 64).

A. Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa penambahan (Widjono, 2005: 63)
Cara melakukan kutipan langsung adalah sebagai berikut:
-          Jika kutipan empat baris atau kurang (langsung pendek)
1.       Dikutip apa adanya
2.       Diintegrasikan ke dalam teks paparan penulis,
3.       Jarak baris kutipan dua spasi (sesuai dengan jarak spasi paparan),
4.       Dibubuhi tanda kutip (“….”)
5.       Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan halaman sumber (PTH atau Author, Date, Page (ADP), misalnya (Penulis, 2012:100),
6.       Jika berbahasa lain (asing atau daerah), kutipan ditulis dimiringkan (kursif)
7.       Jika ada kesalahan tik pada kutipan, tambahkan kata sic dalam kurung (sic) di kanan kata yang salah tadi
8.       Jika ada bagian kalimat yang dihilangkan, ganti bagian itu dengan tanda titik sebanyak tiga biah jika yang dihilangakan itu ada di awal atau di tengah kutipan, dan empat titik jika di bagian akhir kalimat
9.       Jika ada penambahan komentar, tulis komentar tersebut di antara tandakurung, misalnya, (penggarisbawahan oleh penulis).

-          Jika Lebih dari Empat Baris (Langsung Panjang):
1.       Dikutip apa adanya
2.       Dipisahkan dari teks paparan penulis dalam format paragraf di bawah paparan penulis
3.       Jarak baris kutipan satu spasi
4.       Sertakan sumber kutipan di awal atau di akhir kutipan, yakni nama penulis, tahun terbit, dan halaman sumber, misalnya (Penulis, 2012:100)
5.       Jika berbahasa lain (asing atau daerah), kutipan ditulis dimiringkan

B. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri (Widjono, 2005: 64).
Cara melakukan kutipan tidak langsung adalah sebagai berikut: 
1.       Menggunakan redaksi dari penulis sendiri (parafrasa),
2.       Mencantumkan sumber (nama penulis, tahun dan halaman).

Contoh:
Menurut salah satu historiografi tradisional, penyerahan kekuasaan kerajaan Pajajaran kepada Kerajaan Sumedanglarang berlangsung melalui penyerahan mahkota emas raja Kerajaan Sunda Pajajaran kepada Prabu Geusan Ulun. Penyerahan mahkota secarasibolisbereti bahwa Sumedanglarang menjadi penerus Kerajaan Sunda (Suryaningrat, 1983: 20—21 dan 30).

4.       KESIMPULAN.
Pengetahuan cara mengutip yang benar perlu didapatkan oleh para penulis karya tulis ilmiah. Hal ini bukan saja terkait dengan pengelolaan informasi dari sumber yang diperlukan, melanikan juga terkait dengan persoalan keabsahan karya tulis itu sendiri karena karya tulis harus terhindar dari praktik plagiarisme. Jika sudah menetapkan suatu sistem kutipan, penulis harus konsisten dengan sistem tersebut. Berlatihlah untuk mengutip dengan cara yang benar.
 
5.       Daftar Pustaka:

Akhadiah, Sabart dkk. 1989. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Alam, Agus Haris Purnama. 2005. Konsep Penulisan Laporan Ilmiah. (Format dan Gaya). Bandung: YIM Press.
Anggarani, Asih, dkk. 2006. Mengasah Keterampilan Menulis Ilmiah di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Arifin, E. Zaenal. 2004. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Grasindo.
Hariwijaya, M. 2006. Pedoman Teknis Penulisan Karya Ilmiah Skripsi, Tesis dan Disertasi. Yoyakarta: Citra Pustaka.
Hariwijaya, M. dan Triton P.B. 2011. Pedoman Penulisan Ilmiah Skripsi dan Tesis. Jakarta: Oryza
Hs., Widjono. 2005. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.
Kali jernih, Freddy K. 2010. Penulisan Akademik Esai, Makalah, Artikel Jurna Ilmiah, Skripsi, Tesis, Disertasi. Bandung: Widya Aksara Press.
Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Cet. XII. Ende: Nusa Indah.
Mulyono, Iyo. 2011. Dari Karya Tulis Ilmiah Sampai Dengan Soft Skills. Bandung: Yrama Widya.
Nasution, S. dan M.Thomas. Buku Penuntun Membuat Tesis, Skripsi, Disertasi, Makalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjiman, Panuti dan Dendy Sugono. 1991. Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia.
Suyatno dan Aserp Jihad. 2011. Betapa Mudah Menulis Karya Ilmiah. Yogyakarta: Multi Solusindo.
Suyitno. 2011. Karya Tulis Ilmiah (KTI) Panduan, Teori, Perlatihan, dan Contoh. Bandung: Refika Aditama.
Tim Penyusun. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bogor: FakultasTeknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Tugas Bahasa Indonesia 1 - 4

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Ketika kita ingin membuat tulisan, tentunya tulisan karangan ilmiah ada beberapa aspek yang perlu kita beri perhatian lebih. Aspek-aspek tersebut akan sangat berpengaruh kepada pembaca bagaimana mereka menanggapi hasil tulisan kita. Berikut dijabarkan sedikit tentang beberapa hal yang harus dilakukan agar kedepannya memudahkan kita dalam menelurkan hasil tulisan yang berkesan baik dan tentu saja menarik untuk dibaca:

1.       Pemilihan Topik

Merupakan hal terpenting pertama karena membatasi isi atau permasalahan yang akan dibahas selanjutnya. Beberapa yang perlu dipertimbangkan dari pemilihan topik:
a.       Menarik
b.      Tidak terlalu luas apalagi terlalu sempit
c.       Sesuai minat dan kemampuan penulis
d.      Bermanfaat bagi ilmu pengetahuan ataupun bagi profesi

2.       Pembatasan Topik

Tujuan utamanya adalah memfokuskan pembahasan tulisan itu sendiri agar tidak terlalu luas dan menjadi tidak konsisten

3.       Pemilihan Judul

Penetuan judul tulisan bisa dengan sekilas menentukan mutu dan bobot tulisan didalamnya. Bahkan pemilihan judul yang baik bisa menarik pembaca untuk mulai membaca tulisan Anda.

4.       Menentukan Tujuan Penulisan

Penulis disini bisa menyampaikan apa maksud tulisannya tersebut. Manfaat dari tulisan ini bisa disampaikan pada tujuan penulisan sehingga tidak keluar dari topik penulisan.

5.       Menentukan Kerangka Karangan

Membuat tulisan lebih terskema dan terarah.  Dengan dibuatkan kerangka, tulisan menjadi tidak melenceng dari tujuan penulisan karena kerangka merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar sebuah tulisan. Dengan kerangka, tulisan lebih bersifat konseptual, menyeluruh dan terarah. Dan bagi penulis menjadi lebih mudah dalam pengembangan tulisannya.

6.       Langkah-langkah Penulisan Ilmiah

Agar pelaksanaannya bersifat sistematis dan objektif, hendaknya penulis mengikuti langkah-langkah berikut:
a.       Observasi serta penetapan masalah dan tujuan
b.      Menyusun hipotesis
c.       Menyusun rencana penilitian
d.      Melaksanakan eksperimen sesuai dengan metode yang telah direncanakan
e.      Pengamatan dan pengumupulan data
f.        Menganalisis dan mempresentasikan data dari hasil pengamatan
g.       Merumuskan kesimpulan
h.      Melaporkan hasil penelitian

7.       Kesimpulan

Dengan perencanaan penulisan karya ilmiah, topik yang diambil menjadi lebih matang untuk dikaji karena topik yang diambil sebagian besar dari hasil pengamatan, pengalaman dan penjelasan. Agar lebih focus dalam penulisan makan kerangka penulisan harus ditentukan selain dengan membatasi topik sehingga pembahasan menjadi lebih mendalam.

Monday, 12 October 2015

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN



Apa itu EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)?
Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja.

RAJA PONSEL PINTAR YANG TAK PERNAH JAUH DARI MASALAH

DISCLAIMER : Cerita-cerita dan konten di     dalam blog ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, instans...